Morowali-Proyek Kota Terpadu Mandiri (KTM) Bungku di Kabupaten Morowali menuai protes. Pasalnya sebagian lahan belum diganti rugi oleh Pemerintah Morowali. Akibatnya warga yang merasa dicaplok haknya melakukan aksi menentang proyek KTM tahun 2010, meminta kepada pemerintah menghentikan proyek KTM di Desa Bente sebelum proses ganti rugi kepada ahli waris Almarhum Yusuf Toppo diselesaikan.
Ahli Waris Ahmad Yusuf Toppo pada Deadline News menyebutkan bahwa proyek KTM di Bungku masih menyisahkan persoalan. Tanah milik ahli waris dari Yusuf Toppo yang berikurang 2000 X 800 M3 belum diganti rugi oleh Pemkab Morowali. Walaupun pihaknya sudah menguasakan pengurusan ganti rugi lahan tersebut ke Kades Bente Aswin Ilyas namun hingga sekarang belum ada realisasinya.”Kalau Pemkab Morowali tidak mengganti rugi tanah milik Almarhum Pur Pol Yusuf Toppo, maka 10 ahli waris dari almarhum tidak akan melepaskannya untuk dijadikan lokasi proyek KTM dan kami akan mempertahankan dengan cara kami sendiri.
Sementara Bupati Morowali Drs Anwar Hafid yang hendak dikonfirmasi di Kantornya tidak berada ditempat. Beberapa Pegawai mengatakan Bupati sedang menjalankan ibadah Haji.**
Kamis, 16 Desember 2010
Pemerintah Diminta Tinjau Izin Galian C Sibado
Palu-Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi Sulteng) Mendesak Pemerintah dan Dinas terkait agar segera meninjau kembali izin Galian C karena dikhawatirkan akan berdampak besar bagi masyarakat yang ada di Desa Sibado Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala.
“Pemerintah harus segera mengevaluasi izin galian C yang terbit di desa Sibado karena areal tersebut berada tepat 500 meter di atas bendungan, irigasi dan bak PDAM masyarakat, yang selama ini di manfaatkan untuk dikonsumsi sehari-hari dan mengairi sawah di 6 Desa yang ada di Kecamatan Sirenja” Kata Gifvents Lasimpo Kepala Divisi Advokasi Dan Kampanye Walhi Sulteng kepada Deadline News Minggu (05/12/).
Menurutnya, Pemerintah harusnya mengkaji dulu suatu investasi yang masuk dan juga harus memperhatikan aspek kemanfaatannya sehingga investasi tersebut bisa berguna bagi masyarakat dan bagi pemerintah sendiri serta dapat meminimalisir kerusakan lingkungan akibat eksploitasi yang berlebihan, namun dengan terbitya izin galian C yang arealnya ada di atas bendungan dan irigasi di desa tersebut ini menggambarkan buruknya proses perizinan selama ini yang dipraktekan oleh pemerintah dalam membuka keran investasi di daerahnya. Ujarnya.
Ditambahkannya, Jika pemerintah beretikat baik dan ingin membangun, seharusnya izin tersebut tidak terbit di atas bendungan yang kita semua tau kalau daerah penyangga itu habis dikeruk maka bisa jadi bendungan dan irigasi hancur dan jika turun hujan tidak menutup kemungkinan banjir akan terjadi dan masyarakatlah yang akan menanggung akibatnya.
Masyarakat harus dilibatkan di dalam setiap pengambilan keputusan dalam menentukan pembangunan di daerahnya sehingga masyarakat juga bisa merasakan apa yang namanya pembangunan itu.”ungkapnya.**
“Pemerintah harus segera mengevaluasi izin galian C yang terbit di desa Sibado karena areal tersebut berada tepat 500 meter di atas bendungan, irigasi dan bak PDAM masyarakat, yang selama ini di manfaatkan untuk dikonsumsi sehari-hari dan mengairi sawah di 6 Desa yang ada di Kecamatan Sirenja” Kata Gifvents Lasimpo Kepala Divisi Advokasi Dan Kampanye Walhi Sulteng kepada Deadline News Minggu (05/12/).
Menurutnya, Pemerintah harusnya mengkaji dulu suatu investasi yang masuk dan juga harus memperhatikan aspek kemanfaatannya sehingga investasi tersebut bisa berguna bagi masyarakat dan bagi pemerintah sendiri serta dapat meminimalisir kerusakan lingkungan akibat eksploitasi yang berlebihan, namun dengan terbitya izin galian C yang arealnya ada di atas bendungan dan irigasi di desa tersebut ini menggambarkan buruknya proses perizinan selama ini yang dipraktekan oleh pemerintah dalam membuka keran investasi di daerahnya. Ujarnya.
Ditambahkannya, Jika pemerintah beretikat baik dan ingin membangun, seharusnya izin tersebut tidak terbit di atas bendungan yang kita semua tau kalau daerah penyangga itu habis dikeruk maka bisa jadi bendungan dan irigasi hancur dan jika turun hujan tidak menutup kemungkinan banjir akan terjadi dan masyarakatlah yang akan menanggung akibatnya.
Masyarakat harus dilibatkan di dalam setiap pengambilan keputusan dalam menentukan pembangunan di daerahnya sehingga masyarakat juga bisa merasakan apa yang namanya pembangunan itu.”ungkapnya.**
Toko Seluller Rusak Akibat Tawuran Pelajar
Palu-Toko Seluller yang berada di jalan Cit Ditiro rusak akibat lemparan batu para siswa yang sedang tauran pada Rabu (8/12). Selain itu seorang siswa MTSn Model Palu turut menjadi korban pengeroyokan sejumlah pelajar SMP.
Pantauan Koran Umum Deadline News di Selular Cik Ditiro sejumlah pelajar SMP dan SD berkumpul melihat bekas pecahan kaca yang menjadi sasaran pelemparan. Informasi yang dihimpun di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menyebutkan, seorang pelajar MTSn Model Palu menjadi sasaran pengeroyokan sekitar 5 orang remaja yang mengenakan pakaian SMP. Korban yang saat itu berkumpul bersama beberapa rekannya tepat di depan Selular menjadi sasaran pengeroyokan. Bahkan remaja yang mengeroyok korban juga melemparkan batu kearah korban, untungnya batu tidak mengenai korban, justru terkena kaca Selular.
Sementara korban bersama beberapa rekannya yang didominasi wanita, langsung dimintai keterangan di Polres Palu. Korban yang ditemui di Polres Palu, enggan menyampaikan permasalahan yang terjadi, sehingga ia menjadi korban pengeroyokan.**
Pantauan Koran Umum Deadline News di Selular Cik Ditiro sejumlah pelajar SMP dan SD berkumpul melihat bekas pecahan kaca yang menjadi sasaran pelemparan. Informasi yang dihimpun di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menyebutkan, seorang pelajar MTSn Model Palu menjadi sasaran pengeroyokan sekitar 5 orang remaja yang mengenakan pakaian SMP. Korban yang saat itu berkumpul bersama beberapa rekannya tepat di depan Selular menjadi sasaran pengeroyokan. Bahkan remaja yang mengeroyok korban juga melemparkan batu kearah korban, untungnya batu tidak mengenai korban, justru terkena kaca Selular.
Sementara korban bersama beberapa rekannya yang didominasi wanita, langsung dimintai keterangan di Polres Palu. Korban yang ditemui di Polres Palu, enggan menyampaikan permasalahan yang terjadi, sehingga ia menjadi korban pengeroyokan.**
Razia Pol PP Resahkan Penghuni Kost
Palu-Razia Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dilakukan Satuan Polisi Pamon Praja (Satpol PP) Kota Palu disejumlah Kost-Kosan menuai protes. Pasalnya penghuni kost-kosan dikejutkan dengan kedatangan personil Satpol PP yang menggedor pintu Kost tanpa mengindahkan etika seorang Pramon Praja. Akibatnya banyak penghuni kost-kosan yang sempat sok sebab dipaksa buka pintu sambil dimintai menunjukkan KTP atau tanda pengenal lainnya. Bagi penghuni kost yang tidak memiliki tanda pengenal atau kedapatan berduaan tanpa diikat tali pernikahan, mereka digiring ke Kantor Kelurahan untuk dimintai keterangan.
Pantauan Wartawan Deadline News pada Minggu (5/12) sekitar pukul 24.00 Wita disejumlah kost-kosan di seputaran jalan Wahidin menunjukan adanya puluhan Satpol PP melakukan pemeriksaan dijumlah rumah kost tempat penginapan. Razia menjelang Natal dan tahun baru diperuntukkan melakukan penertiban penduduk.”Kita melakukan razia KTP di rumah-rumah kost dan tempat-tempat penginapan, menjelang Natal dan tahun baru,”ujar Kasat Pol PP Palu.
Razia yang diikuti Lurah Besusu Barat dan para Ketua RT berhasil menjaring beberapa warga yang tidak memiliki KTP serta puluhan waria yang selama ini nongrong di seputaran jalan Raja Moili Palu Timur.
Salah satu penghuni Kost, Ima (23) pada Deadline News mengatakan razia KTP yang dilakukan Pol PP sangat baik, sebab dapat meminimalisir terjadinya kejahatan. Namun caranya yang kurang sopan membuat warga keberatan.”Masa Pol PP menggedor pintu seperti mencari penjahat. Kalau bisa sopan sedikit supaya penghuni kost tidak dikejutkan atau merasa tergangggu,”ujarnya.**
Pantauan Wartawan Deadline News pada Minggu (5/12) sekitar pukul 24.00 Wita disejumlah kost-kosan di seputaran jalan Wahidin menunjukan adanya puluhan Satpol PP melakukan pemeriksaan dijumlah rumah kost tempat penginapan. Razia menjelang Natal dan tahun baru diperuntukkan melakukan penertiban penduduk.”Kita melakukan razia KTP di rumah-rumah kost dan tempat-tempat penginapan, menjelang Natal dan tahun baru,”ujar Kasat Pol PP Palu.
Razia yang diikuti Lurah Besusu Barat dan para Ketua RT berhasil menjaring beberapa warga yang tidak memiliki KTP serta puluhan waria yang selama ini nongrong di seputaran jalan Raja Moili Palu Timur.
Salah satu penghuni Kost, Ima (23) pada Deadline News mengatakan razia KTP yang dilakukan Pol PP sangat baik, sebab dapat meminimalisir terjadinya kejahatan. Namun caranya yang kurang sopan membuat warga keberatan.”Masa Pol PP menggedor pintu seperti mencari penjahat. Kalau bisa sopan sedikit supaya penghuni kost tidak dikejutkan atau merasa tergangggu,”ujarnya.**
400 Lebih Polisi Amankan Malam Natal dan Tahun Baru
Palu-Polisi tidak mau lagi kecolongan dalam mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru. Makanya Polres Palu jauh-jauh hari sebelumnya sudah membuat renstra pengamanan Natal dan tahun baru 2011. Sedikitnya 400 personil lebih dari semua fungsi akan dilibatkan dalam pengamanan tersebut. Sasarannya tempat ibadah (Gereja-red) dan tempat keramaian lainnya. Di Gereja akan ditempkan beberapa personil baik yang berpakaian seragam lengkap maupun yang menggunakan pakain biasa. Ini dimaksudkan agar pengamanan lebih maksimal dan mereka yang melaksanakan ibadah menjadi tenang.
Kapolres Palu AKBP Deden Garnada SIk pada Deadline News mengatakan untuk pengamanan Natal dan Tahun baru sudah disiapkan 400 lebih personil yang akan ditempatkan dibeberapa Geraja dan tempat-tempat keramaian lainnya.”Sekitar 40 lebih Geraja akan menjadi sasaran pengamanan aparat kepolisian di Kota Palu,”ujar Kapolres.**
Kapolres Palu AKBP Deden Garnada SIk pada Deadline News mengatakan untuk pengamanan Natal dan Tahun baru sudah disiapkan 400 lebih personil yang akan ditempatkan dibeberapa Geraja dan tempat-tempat keramaian lainnya.”Sekitar 40 lebih Geraja akan menjadi sasaran pengamanan aparat kepolisian di Kota Palu,”ujar Kapolres.**
6 Tersangka Pencurian Laptop Dibekuk Polisi
Palu-Satuan Reskrim Polres Palu berhasil membekuk enam tersangka pencurian Laptop yang selama ini sangat meresahkan masyarakat kota Palu pada Kamis (9/12) sekitar pukul 10 Wita di penginapan Hasana jalan Cut Nyakdien Palu Timur. Mereka adalah M Akid, Abdul Jabar, Darmansyah, Siti Bahria, Suratmi, Fatma. Dari tangan tersangka disita 2 buah Laptop merek Toshiba dan 1 Unit Mobil R4 merek AVP DN 1141 AI, di Toko Libra Komputer jalan Otista Palu Timur. Kini tersangka dan barang bukti diamankan di Polres guna penyelidikan selanjutnya.
Kapolres Palu Deden Garnada SIk kepada Deadline News mengatakan enam tersangka sindikat pencurian laptop dibekuk di penginapan Hasanah. Dari tangan para tersangka disita barang bukti. Kini tersangka sedang dalam proses pemeriksaan guna mengungkap jaringan lain yang mungkin ada kaitannya dengan para tersangka yang sudah diamankan.**
Kapolres Palu Deden Garnada SIk kepada Deadline News mengatakan enam tersangka sindikat pencurian laptop dibekuk di penginapan Hasanah. Dari tangan para tersangka disita barang bukti. Kini tersangka sedang dalam proses pemeriksaan guna mengungkap jaringan lain yang mungkin ada kaitannya dengan para tersangka yang sudah diamankan.**
Demo Korupsi Chaos, Polisi Luka-Luka, Mahasiswa Babak Belur
Palu-Demo Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam simpul HMI, Ampibi, LMD, PMII, BEM Staian Datu Karama dan beberapa organisasi kemahasiswaan lainnya pada Kamis (9/11) menggelar aksi memperingati hari anti korupsi sedunia. Aksi yang mengambil star Taman Kota kemudia menuju Kantor DPRD, Gubernur, Polda dan Kejati sempat memacetkan arus lalulintas. Bukan hanya itu tapi aksi yang menuntut beberapa kasus Korupsi di Negeri ini untuk dituntaskan, seperti Century dan beberapa kasus korupsi lokal yang terjadi di Sulteng. Sebab menurutnya di Sulteng terjadi beberapa dugaan korupsi pada proyek pembangunan infrastruktur.
Sayangnya aksi yang memiliki tujuan mulia tiba-tiba beruba menjadi kacau sebab pendemo berusaha membuka blokade aparat dan meminta agar bertemu Pimpinan Dewan, Gubernur, Kapolda dan Kajati. Karena keinginannya tidak kesampaian, sehingga suasana menjadi panas. Dalam situasi yang tidak terkendali lagi, terjadilah saling dorong, hingga berujung pada chaos. Terjadi saling kejar, hingga beberapa Mahasiswa ditangkap setelah sebelumnya mendapat bogem mentah dari aparat. Mahasiswa tidak mau berdiam diri, hingga terus melakukan perlawanan. Akibatnya beberapa Polisi mengalami luka parah. Sementara Mahasiswa yang ditengarai sebagai provokator diamankan di Polda guna dimintai pertanggungjawabannya. Para pendemo membubarkan diri setelah sebagian rekan-rekannya dibawa ke Polda.**
Sayangnya aksi yang memiliki tujuan mulia tiba-tiba beruba menjadi kacau sebab pendemo berusaha membuka blokade aparat dan meminta agar bertemu Pimpinan Dewan, Gubernur, Kapolda dan Kajati. Karena keinginannya tidak kesampaian, sehingga suasana menjadi panas. Dalam situasi yang tidak terkendali lagi, terjadilah saling dorong, hingga berujung pada chaos. Terjadi saling kejar, hingga beberapa Mahasiswa ditangkap setelah sebelumnya mendapat bogem mentah dari aparat. Mahasiswa tidak mau berdiam diri, hingga terus melakukan perlawanan. Akibatnya beberapa Polisi mengalami luka parah. Sementara Mahasiswa yang ditengarai sebagai provokator diamankan di Polda guna dimintai pertanggungjawabannya. Para pendemo membubarkan diri setelah sebagian rekan-rekannya dibawa ke Polda.**
Langganan:
Postingan (Atom)