Palu-Himpunan Mahasiswa Islam sangat kecewa terhadap tidakan kekerasan yang dialami Mahasiswa oleh aparat Kepolisian pada saat melakukan Aksi damai di depan Istana Negara 24 Januari 2011 lalu. Sebagai bentuk kepedulian, maka Pengurus HMI Sulteng menggelar Aksi di depan Kantor Polda Sulteng pada Kamis (27/1).
Koordinator Aksi Yasrin Thalib dalam orasinya mengatakan, sangat kecewa dengan aparat kepolisian yang melakukan tindakan kekerasan terhadap Mahasiswa yang mengakibatkan Pengurus Besar HMI Pusat menjadi korban pemukulan hingga mengalami luka-luka hingga masuk Rumah Sakit.
“Kami meminta agar Kapolri Timur Pradopo sebagai pemimpin tertinggi Polri dan Kapolres Jakarta Pusat harus turun dari jabatannya karena di nilai telah gagal dalam melaksanakan tugasnya sebagai pimpinan Institusi Polri dalam melakukan pengayoman terhadap masyarakat,” ungkap Yamin.
Pengurus HMI Sulteng menyatakan sikap, mengecam dan mengutuk tindakan represifaparat Kepolisian terhadap pengunjuk rasa di depan Istana Negara, aparat kepolisian harus meminta maaf secara institusi kepada HMI di seluruh Indonesia, meminta kepada pemerintah menyelamatkan Institusi kepolisian mengembalikan sebagaimana fungsi yang sesungguhnya.
Para pendemo yang diterima Plh Kabid Humas Polda Sulteng Kompol Kahar Muzakkir SH didampingi AKP Feky mengatakan akan menampung tuntutan HMI dan menyampaikan kepada kapolda, Kahar meminta agar para pendemo melakukan aksi dengan tertib sehingga tidak mengganggu aktifitas masyarakat.**
Tidak ada komentar:
Posting Komentar