Palu-Razia Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dilakukan Satuan Polisi Pamon Praja (Satpol PP) Kota Palu disejumlah Kost-Kosan menuai protes. Pasalnya penghuni kost-kosan dikejutkan dengan kedatangan personil Satpol PP yang menggedor pintu Kost tanpa mengindahkan etika seorang Pramon Praja. Akibatnya banyak penghuni kost-kosan yang sempat sok sebab dipaksa buka pintu sambil dimintai menunjukkan KTP atau tanda pengenal lainnya. Bagi penghuni kost yang tidak memiliki tanda pengenal atau kedapatan berduaan tanpa diikat tali pernikahan, mereka digiring ke Kantor Kelurahan untuk dimintai keterangan.
Pantauan Wartawan Deadline News pada Minggu (5/12) sekitar pukul 24.00 Wita disejumlah kost-kosan di seputaran jalan Wahidin menunjukan adanya puluhan Satpol PP melakukan pemeriksaan dijumlah rumah kost tempat penginapan. Razia menjelang Natal dan tahun baru diperuntukkan melakukan penertiban penduduk.”Kita melakukan razia KTP di rumah-rumah kost dan tempat-tempat penginapan, menjelang Natal dan tahun baru,”ujar Kasat Pol PP Palu.
Razia yang diikuti Lurah Besusu Barat dan para Ketua RT berhasil menjaring beberapa warga yang tidak memiliki KTP serta puluhan waria yang selama ini nongrong di seputaran jalan Raja Moili Palu Timur.
Salah satu penghuni Kost, Ima (23) pada Deadline News mengatakan razia KTP yang dilakukan Pol PP sangat baik, sebab dapat meminimalisir terjadinya kejahatan. Namun caranya yang kurang sopan membuat warga keberatan.”Masa Pol PP menggedor pintu seperti mencari penjahat. Kalau bisa sopan sedikit supaya penghuni kost tidak dikejutkan atau merasa tergangggu,”ujarnya.**
Kamis, 16 Desember 2010
400 Lebih Polisi Amankan Malam Natal dan Tahun Baru
Palu-Polisi tidak mau lagi kecolongan dalam mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru. Makanya Polres Palu jauh-jauh hari sebelumnya sudah membuat renstra pengamanan Natal dan tahun baru 2011. Sedikitnya 400 personil lebih dari semua fungsi akan dilibatkan dalam pengamanan tersebut. Sasarannya tempat ibadah (Gereja-red) dan tempat keramaian lainnya. Di Gereja akan ditempkan beberapa personil baik yang berpakaian seragam lengkap maupun yang menggunakan pakain biasa. Ini dimaksudkan agar pengamanan lebih maksimal dan mereka yang melaksanakan ibadah menjadi tenang.
Kapolres Palu AKBP Deden Garnada SIk pada Deadline News mengatakan untuk pengamanan Natal dan Tahun baru sudah disiapkan 400 lebih personil yang akan ditempatkan dibeberapa Geraja dan tempat-tempat keramaian lainnya.”Sekitar 40 lebih Geraja akan menjadi sasaran pengamanan aparat kepolisian di Kota Palu,”ujar Kapolres.**
Kapolres Palu AKBP Deden Garnada SIk pada Deadline News mengatakan untuk pengamanan Natal dan Tahun baru sudah disiapkan 400 lebih personil yang akan ditempatkan dibeberapa Geraja dan tempat-tempat keramaian lainnya.”Sekitar 40 lebih Geraja akan menjadi sasaran pengamanan aparat kepolisian di Kota Palu,”ujar Kapolres.**
6 Tersangka Pencurian Laptop Dibekuk Polisi
Palu-Satuan Reskrim Polres Palu berhasil membekuk enam tersangka pencurian Laptop yang selama ini sangat meresahkan masyarakat kota Palu pada Kamis (9/12) sekitar pukul 10 Wita di penginapan Hasana jalan Cut Nyakdien Palu Timur. Mereka adalah M Akid, Abdul Jabar, Darmansyah, Siti Bahria, Suratmi, Fatma. Dari tangan tersangka disita 2 buah Laptop merek Toshiba dan 1 Unit Mobil R4 merek AVP DN 1141 AI, di Toko Libra Komputer jalan Otista Palu Timur. Kini tersangka dan barang bukti diamankan di Polres guna penyelidikan selanjutnya.
Kapolres Palu Deden Garnada SIk kepada Deadline News mengatakan enam tersangka sindikat pencurian laptop dibekuk di penginapan Hasanah. Dari tangan para tersangka disita barang bukti. Kini tersangka sedang dalam proses pemeriksaan guna mengungkap jaringan lain yang mungkin ada kaitannya dengan para tersangka yang sudah diamankan.**
Kapolres Palu Deden Garnada SIk kepada Deadline News mengatakan enam tersangka sindikat pencurian laptop dibekuk di penginapan Hasanah. Dari tangan para tersangka disita barang bukti. Kini tersangka sedang dalam proses pemeriksaan guna mengungkap jaringan lain yang mungkin ada kaitannya dengan para tersangka yang sudah diamankan.**
Demo Korupsi Chaos, Polisi Luka-Luka, Mahasiswa Babak Belur
Palu-Demo Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam simpul HMI, Ampibi, LMD, PMII, BEM Staian Datu Karama dan beberapa organisasi kemahasiswaan lainnya pada Kamis (9/11) menggelar aksi memperingati hari anti korupsi sedunia. Aksi yang mengambil star Taman Kota kemudia menuju Kantor DPRD, Gubernur, Polda dan Kejati sempat memacetkan arus lalulintas. Bukan hanya itu tapi aksi yang menuntut beberapa kasus Korupsi di Negeri ini untuk dituntaskan, seperti Century dan beberapa kasus korupsi lokal yang terjadi di Sulteng. Sebab menurutnya di Sulteng terjadi beberapa dugaan korupsi pada proyek pembangunan infrastruktur.
Sayangnya aksi yang memiliki tujuan mulia tiba-tiba beruba menjadi kacau sebab pendemo berusaha membuka blokade aparat dan meminta agar bertemu Pimpinan Dewan, Gubernur, Kapolda dan Kajati. Karena keinginannya tidak kesampaian, sehingga suasana menjadi panas. Dalam situasi yang tidak terkendali lagi, terjadilah saling dorong, hingga berujung pada chaos. Terjadi saling kejar, hingga beberapa Mahasiswa ditangkap setelah sebelumnya mendapat bogem mentah dari aparat. Mahasiswa tidak mau berdiam diri, hingga terus melakukan perlawanan. Akibatnya beberapa Polisi mengalami luka parah. Sementara Mahasiswa yang ditengarai sebagai provokator diamankan di Polda guna dimintai pertanggungjawabannya. Para pendemo membubarkan diri setelah sebagian rekan-rekannya dibawa ke Polda.**
Sayangnya aksi yang memiliki tujuan mulia tiba-tiba beruba menjadi kacau sebab pendemo berusaha membuka blokade aparat dan meminta agar bertemu Pimpinan Dewan, Gubernur, Kapolda dan Kajati. Karena keinginannya tidak kesampaian, sehingga suasana menjadi panas. Dalam situasi yang tidak terkendali lagi, terjadilah saling dorong, hingga berujung pada chaos. Terjadi saling kejar, hingga beberapa Mahasiswa ditangkap setelah sebelumnya mendapat bogem mentah dari aparat. Mahasiswa tidak mau berdiam diri, hingga terus melakukan perlawanan. Akibatnya beberapa Polisi mengalami luka parah. Sementara Mahasiswa yang ditengarai sebagai provokator diamankan di Polda guna dimintai pertanggungjawabannya. Para pendemo membubarkan diri setelah sebagian rekan-rekannya dibawa ke Polda.**
Sabtu, 06 November 2010
Puluhan Miliar Pagu Mako Polda “Ditarik” Kepusat, Proyek Mako Polda Terancam Mubazir
Palu-Ketika melihat seluruh item proyek dilingkungan Polda yang proses tendernya diumumkan pada salah satu media local Palu beberapa hari lalu, maka tidak ditemukan adanya proyek lanjutan tahap II Mako Polda Sulteng yang terletak di jalan Ir Soekarno-Hatta Palu Timur. Padahal proyek tahap II juga menjadi bagian penting yang harus diselesaikan pada tahun anggaran 2010 ini. Lalu apa sebenarnya yang terjadi ?
Hasil penelusuran Koran Umum Deadline News menemukan adanya dugaan kalau dana puluhan miliar yang dianggarkan Pemerintah, melalui Markas Besar Polri tahun 2010 ini sudah tersedia. Bahkan siap dikucurkan untuk membiayai proyek tahap II Mako Polda Sulteng. Hanya saja dana tersebut ditarik kembali karena Pemerintah daerah belum bisa memberikan kejelasan status lahan yang ditempati Proyek Mako Polda. Hingga saat ini lahan tersebut masih dalam status hak guna usaha (HGU) dan telah diagunkan di Bank.
Wakapolda Sulteng Kombes Pol Drs Dewa Parsana, M.Si pada dikonfirmasi Deadline News mengtakan minta waktu untuk memberikan penjelasan yang lebih rinci atau mengkonfirmasi langsung ke Kapolda Brigjen Pol Drs Muhammad Amin Saleh.**
Hasil penelusuran Koran Umum Deadline News menemukan adanya dugaan kalau dana puluhan miliar yang dianggarkan Pemerintah, melalui Markas Besar Polri tahun 2010 ini sudah tersedia. Bahkan siap dikucurkan untuk membiayai proyek tahap II Mako Polda Sulteng. Hanya saja dana tersebut ditarik kembali karena Pemerintah daerah belum bisa memberikan kejelasan status lahan yang ditempati Proyek Mako Polda. Hingga saat ini lahan tersebut masih dalam status hak guna usaha (HGU) dan telah diagunkan di Bank.
Wakapolda Sulteng Kombes Pol Drs Dewa Parsana, M.Si pada dikonfirmasi Deadline News mengtakan minta waktu untuk memberikan penjelasan yang lebih rinci atau mengkonfirmasi langsung ke Kapolda Brigjen Pol Drs Muhammad Amin Saleh.**
PAD Rp 100 Miliar, Kantor Samsat Tidak Layak Pakai
Palu-Sungguh sangat memprihatinkan Pemerintah Provinsi Sulteng tidak memperhatikan fasilitas dan Perkantoran Samsat Palu. Bangunan yang kini ditempati empat Instansi, masing-masing UPTD Dinas Pendapatan, Kasubbid Min Regiden Ditlantas Polda, PT Jasa Raharja dan Bank Sulteng sudah tidak layak lagi. Padahal Sumbangan Samsat Palu pada PAD senilai Rp 100 Miliar Pertahun. “Mestinya Pemerintah memperhatikan fasilitas, khususnya Bangunan Samsat Palu, sebab Bagunan yang kini ditempati sudah tidak layak lagi,”tandas Akram (34) warga Manonda yang ditemui Deadline News di Samsat pada Jum’at (22/10).
Menurutnya dengan jumlah PAD yang masuk ke Kas Daerah melalui Samsat cukup besar yakni Rp 100 miliar. Artinya separuh dari PAD tersebut dikucurkan membangun Gedung Samsat di dekat Kantor Ditlantas sudah memadai.”Setau saya, kantor Samsat berada di dekat kantor Ditlantas setempat,”ucap Akram.
Sementara Kepala UPTD Samsat Palu, Thalib Alatas pada Deadline News mengatakan kalau melihat sumber PAD yang ditargetkan pada Samsat Palu yang mencapai Rp 100 Miliar Pertahun, maka semestinya ruang tempat bekerja para Pegawainya agar lebih baik. “Mestinya Kantor Samsat di Jalan Kartini ini sudah harus direnovasi atau dibagun kembali yang lokasinya berdekatan dengan Kantor Ditlantas,”tandas Thalib.**
Menurutnya dengan jumlah PAD yang masuk ke Kas Daerah melalui Samsat cukup besar yakni Rp 100 miliar. Artinya separuh dari PAD tersebut dikucurkan membangun Gedung Samsat di dekat Kantor Ditlantas sudah memadai.”Setau saya, kantor Samsat berada di dekat kantor Ditlantas setempat,”ucap Akram.
Sementara Kepala UPTD Samsat Palu, Thalib Alatas pada Deadline News mengatakan kalau melihat sumber PAD yang ditargetkan pada Samsat Palu yang mencapai Rp 100 Miliar Pertahun, maka semestinya ruang tempat bekerja para Pegawainya agar lebih baik. “Mestinya Kantor Samsat di Jalan Kartini ini sudah harus direnovasi atau dibagun kembali yang lokasinya berdekatan dengan Kantor Ditlantas,”tandas Thalib.**
Massa AMPIBI Bakar Foto Presiden
Palu-Unjukrasa yang digelar di Kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (20/10/2010) diikuti sekitar 500 massa, yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa Indonesia (AMPIBI) Sulteng. Massa menggelar unjukrasa di empat tempat di Kota Palu. Dalam unjukrasa tersebut massa aksi membawa gambar Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan pada saat berunjukrasa di depan kantor Gubernur massa membakar gambar Presiden SBY disaksikan aparat kepolisian. Awalnya beberapa perwira Polisi meminta agar pengunjukrasa tidak membakar gambar SBY, namun karena massa aksi berkeras akhirnya polisi hanya menyaksikan pembakaran gambar SBY sampai habis.
Unjukrasa di empat tempat yaitu, di kantor DPRD Sulteng, kantor Gubernur, kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati), di depan Polda Sulteng juga sempat aksi saling dorong. Dalam orasi yang disampaikan koordinator lapangan secara bergantian menyempaikan orasi yang menilai massa kepemimpinan SBY selama 1 tahun terakhir gagal mensejahterakan rakyat. Dengan dasar itu SBY dinilai tidak layak memimpin negara Indonesia dan mundur dari jabatannya sebagai Presiden.
Unjukrasa di depan Mapolda Sulteng, sempat terjadi saling dorong antara aparat kepolisian dengan massa aksi. Kapolda Sulteng Brigjen Pol Muhammad Amin Saleh akhirnya bersedia menerima dan menjawab pertanyaan yang disampaikan pengunjukrasa terkait penanganan kasus Buol. Massa aksi sempat meneriakan kepada Kapolda semua perkataan Kapolda hanya Gombal. Kapolda yang merasa tidak dihargai atas teriakan pengunjukrasa kemudian mempertanyakan kepada pengunjukrasa apa yang diinginkan pengunjukrasa. “Saya sudah menghargai kalian dengan menemui dan memberi penjelasan atas pertanyaan kalian, kemudian kalian menyebut saya hanya gombal. Jadi saya harus bagaimana dan apa sebenarnya yang kalian inginkan,” ujarnya lembut.**
Unjukrasa di empat tempat yaitu, di kantor DPRD Sulteng, kantor Gubernur, kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati), di depan Polda Sulteng juga sempat aksi saling dorong. Dalam orasi yang disampaikan koordinator lapangan secara bergantian menyempaikan orasi yang menilai massa kepemimpinan SBY selama 1 tahun terakhir gagal mensejahterakan rakyat. Dengan dasar itu SBY dinilai tidak layak memimpin negara Indonesia dan mundur dari jabatannya sebagai Presiden.
Unjukrasa di depan Mapolda Sulteng, sempat terjadi saling dorong antara aparat kepolisian dengan massa aksi. Kapolda Sulteng Brigjen Pol Muhammad Amin Saleh akhirnya bersedia menerima dan menjawab pertanyaan yang disampaikan pengunjukrasa terkait penanganan kasus Buol. Massa aksi sempat meneriakan kepada Kapolda semua perkataan Kapolda hanya Gombal. Kapolda yang merasa tidak dihargai atas teriakan pengunjukrasa kemudian mempertanyakan kepada pengunjukrasa apa yang diinginkan pengunjukrasa. “Saya sudah menghargai kalian dengan menemui dan memberi penjelasan atas pertanyaan kalian, kemudian kalian menyebut saya hanya gombal. Jadi saya harus bagaimana dan apa sebenarnya yang kalian inginkan,” ujarnya lembut.**
Langganan:
Postingan (Atom)